Jumat, 15 Januari 2016

Antisipasi Banjir Tangerang Rampung

UNTUK mengantisipasi banjir pada 2016 ini, Pemerintah Kota Tangerang telah menyelesaikan proyek penanganan banjir di wilayah barat kota itu yang merupakan daerah terparah rawan bajir.

“Saat memasuki tahun 2016 ini, kami sudah menyelesaikan pembangunan long storage di sekitar Situ Bulakan, Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang,“ kata Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, kemarin.

Ia berharap long storage itu mampu menampung limpahan air dari Kali Cirarab dan Kali Ledug yang kerap membanjiri kawasan tersebut. Pengoperasian long storage yang memiliki panjang 500 meter dan dilengkapi dua unit pompa air berkekuatan 100 liter/detik ini juga diharapkan bisa mengurangi beban Situ Bulakan.

Selain itu, kata Arief, Pemkot Tangerang juga telah membangun turap sepanjang 850 meter dan tinggi 10 meter di Kali Cirarap.

Kemudian, lanjutnya, pembangunan jembatan yang menjadi alternatif penghubung antara Perumahan Taman Elang dan Total Persada juga sudah bisa dimanfaatkan. (SM/J-4) 9/01/2016 - 5

Senin, 11 Januari 2016

Perketat Aturan Truk dan Bus di Lajur Satu Jalan Tol

SAAT menyimak masalah kemacetan yang meng gila beberapa hari lalu, keprihatinan pun timbul. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya 24 jam berada dalam mobil yang jalannya tidak lebih daripada seekor siput untuk menempuh jarak pendek. Imbasnya, keluar aturan truk dilarang melintas di sejumlah wilayah.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan lah yang menerbitkan Surat Edaran (SE) No 48/2015 yang melarang truk beroperasi pada 30 Desember 2015-3 Januari 2016. Bahkan, pada SE, hingga pukul 24.00 WIB. Setelah itu, Kemenhub kemudian menerbitkan lagi SE No 49/2015 bahwa truktruk bermuatan barang tidak boleh melintas di Lampung, Jawa, dan Bali. Hanya yang mengangkut ternak, BBM/BBG, bahan pokok, pos, dan pupuk yang boleh melintas.

Kasihan truk-truk itu selalu jadi korban kalau ada masalah seperti kemacetan yang benarbenar menggila. Padahal, mereka sama-sama bayar pajak seperti kita. Bahkan menjelang Idul Fitri, pelarangan itu lebih lama lagi, bisa dua pekan. Dampaknya memang terasa bahwa lalu lintas jadi terasa lebih lancar.

Saya selama melintas di jalan tol, selalu menyaksikan truk-truk bila berjalan lebih sering menggunakan lajur dua. Padahal, sudah ada aturan bahwa truk dan bus menggunakan lajur satu. Bisa dibayangkan dengan kecepatan yang di bawah 40 km per jam dengan beban beratnya, sudah pasti akan berdampak antrean yang panjang.

Sebaiknya, truk-truk diperbolehkan melintasi semua jalan tol pada pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. Hal itu untuk memberikan kenyamanan pada semua pengguna jalan. Bagi pengguna kendaraan pribadi tak dihantui kemacetan, dan truk-truk pun bisa lebih leluasa di jalan.

Soeparto Bekasi - Media Indonesia, 5 Januari 2016 Halaman 7

Kamis, 01 Januari 2015

Kepedulian Sosial di Desa Mulai Pudar

KETAHANAN sosial seperti gotong royong, tolong-menolong, dan kepedulian terhadap sesama mulai terkikis akibat perkembangan zaman. Kondisi itu pun tak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tapi juga telah mengancam wilayah perdesaan.

“Salah satu penyebab turunnya nilai-nilai ketahanan sosial itu ialah kesibukan dan aktivitas warga sehingga rasa peduli jadi terabaikan,” ungkap Kepala Bidang Analisis Kebutuhan dan Materi Penyuluhan Sosial Pusat Kementerian Sosial (Kemensos) Raden Rasman di sela rangkaian dan penyuluhan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, kemarin.

Raden menyampaikan kesibukan dan kepadatan aktivitas warga juga membuat masyarakat di perdesaan kini sudah kehilangan empati sosial. Bahkan, dengan tetangga saja, masyarakat tidak saling kenal.

Sabtu, 27 Desember 2014

Tiga Strategi untuk Bangkitkan Garuda

Depresiasi rupiah masih menjadi tantangan meskipun harga minyak dunia mengalami penurunan sebagai dampak positif. DIREKTUR Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang baru ditunjuk Arif Wibowo memfokuskan tiga strategi prioritas untuk kembali membangkitkan maskapai pelat merah yang tengah merugi itu.

Arif yang menggantikan Emirsyah Satar menyebut tiga strategi, yaitu menggenjot keuntungan (revenue generator), mengendalikan biaya (cost driver), dan memastikan keuangan aman (refinancing).

“Revenue generator menjadi penting karena kita harus menghasilkan uang semaksimal mungkin,“ katanya seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Kantor Garuda Indonesia, Tangerang, kemarin.

Jumat, 19 Desember 2014

KOTA TANGERANG SELATAN Pengurukan Situ Ciledug Dihentikan

SEMPAT mendapat kecaman dari sejumlah pihak, pengurukan Situ Ciledug di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya dihentikan sementara.

Berdasarkan pantauan, kemarin, aktivitas pengurukan lahan Situ Ciledug oleh pengembang perumahan Vila Pamulang sudah tidak terlihat.Dua alat berat yang sebelumnya beroperasi di atas lahan situ yang sudah tertutup ma terial tanah merah pun tidak tampak.

Meski pengurukan telah dihentikan, untuk melindungi lahan konservasi dan resapan air itu dari kerusakan masih banyak yang harus dibenahi.Termasuk ancaman kerusakan yang disebabkan pembongkaran jalan conblock yang dibangun warga sekitar lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Kondisi situ juga mirip tempat pembuangan akhir sampah karena menumpuknya sampah rumah tangga akibat ulah sebagian warga tak bertanggung jawab.

Terkait dengan pintu air, Arizal Maulana, warga RT 002/ RW 04, Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Minggu (7/12), berharap agar segera dilakukan perbaikan. “Supaya jangan sampai membahayakan jiwa warga sekitar lantaran rawan jebol,“ kata dia.

Ketua Dewan Pembina Organisasi Kepemudaan Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda-Pemudi (Ganespa) Tangsel, Nurcholis Hafidz, mengatakan pertumbuhan kawasan permukiman ataupun lokasi usaha komersial di sekitar Situ Ciledug sudah tidak memperhatikan batas garis sepadan danau. Terbukti, bantaran situ telah disesaki bangunan, bahkan hingga masuk ke area konservasi. (DA/J-4) Media Indonesia, 11/12/2014, halaman 8

Selasa, 16 Desember 2014

KOTA TANGERANG DPRD Panggil Pengelola Bandara

DPRD Kota Tangerang segera memanggil PT Angkasa Pura (AP-2), selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta (BSH) terkait dengan padamnya listrik dan pendingin udara (AC) di Terminal 2-F kedatangan internasional bandara itu.

“Meskipun BSH adalah wilayah otoritas, kami punya wewenang untuk memanggil pengelola bandara itu mengingat keberadaan mereka terletak di Kota Tangerang,“ kata Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Hapipi, kemarin.

Menurut Hapipi, pengelola bandara juga membayar pajakpajak mereka ke Pemda Kota Tangerang. Karena itu, lanjut nya, jika pelayanan bandara kelas 1 di Indonesia tersebut buruk, citra Kota Tangerang juga akan tercoreng.

“Saya berterima kasih atas kontrol yang diberikan kawankawan media. Namun, untuk menindaklanjuti hal tersebut, persoalan ini akan saya bahas terlebih dahulu di Komisi 1 agar PT AP-2 segera dipanggil untuk menjelaskan kenapa kasus seperti itu selalu berulang,“ kata Hapipi yang juga dari Fraksi Golkar.

Kepala Kantor Cabang PT AP-2 Bram Baroto Tjiptadi ketika dimintai konfirmasi masalah tersebut sulit dihubungi.Bahkan dikirim SMS pun tidak menjawab. “Bapak rapat di Jakarta. Apa bisa saya bantu,“ kata Manager Humas dan Protokoler Kantor Cabang PT AP-2, Yudis Tiawan.

Lebih jauh Yudis Tiawan mengatakan, apabila DPRD Kota Tangerang akan memanggil pihaknya atas padamnya listrik dan AC di Terminal 2-F itu adalah hak mereka.Dan, pihaknya pun siap untuk menjelaskan peristiwa tersebut.

Seperti diketahui, Rabu (3/12) hingga Minggu (7/12), panel listrik di Terminal 2-F terbakar sehingga mengganggu jaringan listrik dan AC di terminal itu. (SM/J-1) Media Indonesia, 09/12/2014, halaman 8

Minggu, 14 Desember 2014

TANGERANG Angkasa Pura II Diharapkan Berikan Kompensasi

PADAMNYA listrik di Bandara Soekarno-Hatta (BSH) yang mengakibatkan tidak berfungsinya alat pendingin (AC), tidak beroperasinya tenant kedai makanan, dan gangguan terminal kedatangan internasional di Terminal 2-F merupakan bukti masih buruknya pelayanan di bandara kelas 1 itu.

“Kejadian seperti ini kerap terjadi di BSH. Ini bukti dari buruknya pelayanan di bandara kelas 1 di Indonesia itu,” tegas Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLkI) Tulus Abadi, kemarin.

Seharusnya, jelas Tulus, BSH mengontrol secara periodik sehingga peristiwa tersebut tidak berulang-ulang terjadi. Kejadian itu jelas merugikan para tenant dan pengguna jasa penerbangan di sana.

Karena itu, lanjut dia, PT Angkasa Pura (AP II) selaku pengelola BSH harus memberikan kompensasi kepada para tenant dan pengguna jasa penerbangan, misalnya dengan menghapuskan airport tax. Jika PT AP II tidak memberikan kompensansi, para tenant ataupun pengguna jasa penerbangan bisa menuntut.

Terkait dengan hal itu, Manajer Humas dan Protokoler Kantor Cabang PT AP II BSH Yudis Tiawan menegaskan tidak akan memberikan kompensasi. Padamnya listrik dan tidak berfungsinya AC di Terminal 2-F BSH ialah kerusakan di luar dugaan.

Seperti diketahui, Rabu (3/12) dini hari, panel listrik di Terminal 2-F terbakar. Perbaikannya memakan waktu lima hari. Listrik berfungsi lagi pada Minggu (7/12) dini hari. (SM/T-3) Media Indonesia, 08/12/2014, halaman 8