Minggu, 14 Desember 2014

TANGERANG Angkasa Pura II Diharapkan Berikan Kompensasi

PADAMNYA listrik di Bandara Soekarno-Hatta (BSH) yang mengakibatkan tidak berfungsinya alat pendingin (AC), tidak beroperasinya tenant kedai makanan, dan gangguan terminal kedatangan internasional di Terminal 2-F merupakan bukti masih buruknya pelayanan di bandara kelas 1 itu.

“Kejadian seperti ini kerap terjadi di BSH. Ini bukti dari buruknya pelayanan di bandara kelas 1 di Indonesia itu,” tegas Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLkI) Tulus Abadi, kemarin.

Seharusnya, jelas Tulus, BSH mengontrol secara periodik sehingga peristiwa tersebut tidak berulang-ulang terjadi. Kejadian itu jelas merugikan para tenant dan pengguna jasa penerbangan di sana.

Karena itu, lanjut dia, PT Angkasa Pura (AP II) selaku pengelola BSH harus memberikan kompensasi kepada para tenant dan pengguna jasa penerbangan, misalnya dengan menghapuskan airport tax. Jika PT AP II tidak memberikan kompensansi, para tenant ataupun pengguna jasa penerbangan bisa menuntut.

Terkait dengan hal itu, Manajer Humas dan Protokoler Kantor Cabang PT AP II BSH Yudis Tiawan menegaskan tidak akan memberikan kompensasi. Padamnya listrik dan tidak berfungsinya AC di Terminal 2-F BSH ialah kerusakan di luar dugaan.

Seperti diketahui, Rabu (3/12) dini hari, panel listrik di Terminal 2-F terbakar. Perbaikannya memakan waktu lima hari. Listrik berfungsi lagi pada Minggu (7/12) dini hari. (SM/T-3) Media Indonesia, 08/12/2014, halaman 8