Sabtu, 27 Desember 2014

Tiga Strategi untuk Bangkitkan Garuda

Depresiasi rupiah masih menjadi tantangan meskipun harga minyak dunia mengalami penurunan sebagai dampak positif. DIREKTUR Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang baru ditunjuk Arif Wibowo memfokuskan tiga strategi prioritas untuk kembali membangkitkan maskapai pelat merah yang tengah merugi itu.

Arif yang menggantikan Emirsyah Satar menyebut tiga strategi, yaitu menggenjot keuntungan (revenue generator), mengendalikan biaya (cost driver), dan memastikan keuangan aman (refinancing).

“Revenue generator menjadi penting karena kita harus menghasilkan uang semaksimal mungkin,“ katanya seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Kantor Garuda Indonesia, Tangerang, kemarin.

Dia mengatakan upaya untuk menggenjot keuntungan tersebut bisa didapat dari berbagai cara di antaranya sumber daya manusia (SDM) dan alat-alat kelengkapan perusahaan. “Kedua, cost driver perlu kita restrukturisasi karena kita harus kompetitif. Tahun depan kita menghadapi stagnansi ekonomi yang berpengaruh pada angkutan udara sehingga kita harus yakin cost kita benar benar kompetitif,“ katanya.

Ketiga, lanjut dia, memastikan keuangan aman sampai satu tahun ke depan dengan cara memotong biaya-biaya yang tidak bernilai tambah (non-value added).

“Tiga yang paling penting kita pastikan secara finansial itu kita aman sampai satu tahun ke depan. Prioritas saya dalam waktu dekat ini, metode banyak, tapi salah satunya refinancing,“ katanya.
Arif meminta waktu sekitar satu minggu untuk memerinci strategi-strategi tersebut serta menjabarkan besaran target yang akan dicapai.

Dia menilai tahun ini turbulensi ekonomi cukup besar, yang dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang masih bertahan di 5,2 persen yang berdampak pada pertumbuhan penerbangan sekitar 9 persen-10 persen.

Selain itu, lanjut dia, depresiasi rupiah masih menjadi tantangan meskipun harga minyak dunia mengalami penurunan sebagai dampak positif. “Dua tahun ke depan program Garuda harus benarbenar kuat,“ katanya.

Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar dalam kesempatan yang sama berharap di bawah kepemimpinan Arif, maskapai yang telah mengoperasikan 160 armada itu bisa kembali `terbang lebih tinggi'.Transparansi Di sisi lain, mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu memberikan catatan tantangan yang akan dihadapi direksi yang baru ialah melakukan efisiensi dan peningkatan pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan orang yang bisa mempuyai karakter bisa mencari terobosan guna peningkatan pendapatan perusahaan.

“Tantangan direksi sekarang beda dengan masa Pak Emir. Sekarang yang dibutuhkan Garuda ialah direksi yang mempunyai karakter bisa meningkatkan revenue dan mengurangi beban utang,“ tegas Said. (Ant/E-3) Media Indonesia, 13/12/2014, halaman 18