Kamis, 01 Januari 2015

Kepedulian Sosial di Desa Mulai Pudar

KETAHANAN sosial seperti gotong royong, tolong-menolong, dan kepedulian terhadap sesama mulai terkikis akibat perkembangan zaman. Kondisi itu pun tak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tapi juga telah mengancam wilayah perdesaan.

“Salah satu penyebab turunnya nilai-nilai ketahanan sosial itu ialah kesibukan dan aktivitas warga sehingga rasa peduli jadi terabaikan,” ungkap Kepala Bidang Analisis Kebutuhan dan Materi Penyuluhan Sosial Pusat Kementerian Sosial (Kemensos) Raden Rasman di sela rangkaian dan penyuluhan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, kemarin.

Raden menyampaikan kesibukan dan kepadatan aktivitas warga juga membuat masyarakat di perdesaan kini sudah kehilangan empati sosial. Bahkan, dengan tetangga saja, masyarakat tidak saling kenal.

“Bagaimana mereka mau tolong-menolong kalau sa tu sama lainnya saja tidak kenal? Kondisi ini sangat mengkha wa tirkan sehingga perlu digaungkan lagi pentingnya kesetiakawan an sosial tersebut,” papar dia.

Karena itu, dalam peringatan HKSN yang jatuh pada 20 Desember mendatang, Kemensos ingin menjadikan mo mentum tersebut untuk meningkatkan dan mengembalikan nilai-nilai ketahanan sosial yang mulai pudar di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk di perdesaan.
“Melalui penyuluhan yang di ikuti oleh 70 kepala desa, karang taruna, dan warga di Ke camatan Panimbang, Pandeglang, ini kami berharap ke se tikawanan itu kembali tumbuh,” ujar Raden.

Ia menambahkan, selain penyuluhan, nantinya rangkaian HKSN di Kecamatan Panimbang juga dihadiri Menteri Sosial Khofi fah Indar Parawansa pada Minggu (14/12). Puncak HKSN dilaksanakan di Jambi pada 20 Desember.

Sementara itu, Camat Panimbang Agus Amin Mursalin berencana mendesain ulang sis tem ronda malam pada ting kat RT untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial di wilayahnya.

“Nantinya setiap kepala keluar ga diwajibkan membawa beras satu sendok makan. Beras dikumpulkan di pos ronda untuk memenuhi kebutuhan petugas ronda malam. Petugas ronda pun digilir setiap kepala keluarga sehingga mereka bisa saling kenal,” tukas Agus. (WB/ Vei/H-2) Media Indonesia, 13/12/2014, halaman 13